Problematika Kehidupan Anak dan Peran Keluarga

Oleh : Esa Satria Palayukan (Departemen Think-tank ENERGI Bogor) | Editor: Chairul Fajar

Anak adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kebahagiaan sebuah keluarga senantiasa dianggap lengkap dengan kehadiran seorang anak. Karena selain menjadi pewaris masa depan, anak juga merupakan sebuah cerminan diri dari kedua orang tuanya. Seorang anak dilahirkan tentu menjadi sebuah karunia besar demi berlangsungnya kehidupan di masa yang akan datang.

Tentunya dari harapan yang dicita-citakan tersebut, anak perlu mendapatkan bimbingan dan penanaman pendidikan positif agar kemudian berkembang menjadi sebuah kebanggaan keluarga. Persepsi ini sangatlah subjektif, namun tak dapat dipungkiri banyak keluarga kerap kali mangalami permasalahan internal dan berdampak pada psikologi dan sikap anak tersebut kemudian menjadikan si anak memikul beban berat di usia yang belum semestinya.

Permasalahan kesejahteraan sosial kerap kali bersinggungan dengan anak-anak seperti permasalahan ekonomi yang mengarah ke eksploitasi anak. Pendidikan sangat penting bagi  seorang anak, namun terkadang tidak selalu sejalan dengan keadaan ekonomi keluarga. Berangkat dari hal tersebut, muncul persepsi untuk tidak melanjutkan pendidikan sang anak. Sehingga banyak daerah-daerah di Indonesia yang sering kita lihat terdapat anak jalanan, anak terlantar, dan segenap permasalahan sosial yang berkaitan dengan seorang anak. Menurut Kementerian Sosial permasalahan pada anak bukan hanya terlahir dari faktor ekonomi saja melainkan dari faktor lingkungan yang berubah mendadak dan sangat tidak mendukung seperti munculnya anak yang berhadapan dengan hukum, anak yang memerlukan perlindungan khusus dll (Resos, n.d.).

Seperti yang sudah disinggung diatas, keluarga menjadi institusi kunci bagi anak dalam menghadapi tantangan di luar. Peran keluarga sangatlah penting dalam pembentukan psikis dan mental anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karenanya apabila keluarga mengalami keretakan hal tersebut turut mempengaruhi kehidupan sang anak. Tak pelak bahwa perekonomian yang sulit menjadi alasan utama anak tidak bisa tumbuh dengan baik, mendapatkan pendidikan yang baik, dan menggapai masa depan yang lebih baik pula. Sehingga keluarga merupakan aktor utama yang menentukan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik secara psikis, fisik, dan juga mental.

Munculnya permasalahan anak seperti anak jalanan, terlantar hingga tindak pidana di kota-kota termasuk Bogor membuktikan kurangnya perhatian anak dari keluarga maupun lingkungannya. Program Orangtua Asuh, Program Sekolah Ibu menjadi contoh program Pemerintah Kota Bogor yang cukup patut diapresiasi dan inovatif. Namun masih terdapat celah “ketidakefektifan” karena faktanya masih banyak anak-anak kurang beruntung berkeliaran mencari penghasilan ataupun menghadapi ancaman nyata di luar lingkungannya.

Mengingat hal tersebut, sebagai masyarakat kita juga memiliki tugas dan tanggung jawab membimbing anak-anak agar tidak terjerumus pada hal yang negatif. Aksi nyata dari keluarga kecil adalah langkah nyata bagi tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. Penyuluhan pendidikan secara sukarela oleh masyarakat dinilai sangat membantu pemerintah menangani permasalahan kesejahteraan sosial khususnya pendidikan anak guna menjaga asa masa depannya.

Kita tidak ingin kemiskinan menjadi alasan anak tidak mendapatkan pendidikan yang baik, bahkan kehilangan masa kecilnya yang berharga. Kita juga tentu tidak ingin mereka berperilaku buruk saat mereka dewasa karena melihat keluarganya memperlakukannya secara buruk. Seorang anak bisa menentukan nasib suatu bangsa dan karenanya sinergitas setiap elemen dari pemerintah dan masyarakat hingga satuan terkecil yaitu keluarga sangat menentukan kehidupan seorang anak demi menguatkan masa depan generasi bangsa Indonesia yang lebih unggul.

References

Resos, I. (n.d.). Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) : Jenis, Definisi, dan Kriteria Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pada anak. Retrieved from intelresos.kemsos.go.id: https://intelresos.kemsos.go.id/new/?module=Pmks&view=anak

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *