Pancasila, Keadilan Sosial dan Pengentasan PMKS

Oleh: Esa Satria Palayukan (Dept. Think Tank)

Pancasila adalah cita-cita bangsa Indonesia yang mengandung makna kompleks dalam tiap silanya. Lahirnya Pancasila melalui proses panjang dan kompleks menghasilkan lima sila sebagai identitas jati diri Bangsa Indonesia yang diilhami dari kehidupan sehari-hari bangsa hingga perjuangan rakyat Indonesia saat itu. Pancasila menjadi petunjuk Indonesia dalam mengarungi ekspedisi kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan cita-cita serta identitas bangsa Indonesia. 

Problematika berkehidupan kebangsaan kerap dihadapkan berbagai masalah pokok, salah satunya ketimpangan dalam masyarakat. Peranan pemerintah sangat diharapkan untuk menekan ketimpangan sosial yang selama ini belum memuaskan. Kemiskinan, slum area, kriminalitas, pengangguran, hingga pendidikan pun semuanya lahir akibat tidak adanya antitesis yang cukup untuk mengatasi masalah sosial yang timbul. Banyaknya rintangan akan semakin menempa upaya perjuangan guna menggapai cita-cita keadilan sosial. 

Keadilan sosial sebagai ide menjadi tak digubris di tengah disparitas sosial sekarang sebab dalam realitanya kehidupan tak bisa disamaratakan. Meski demikian optimisme keadilan sosial di masyarakat yang tetap tumbuh tentu akan terus menjadi penggerak terdepan dalam melahirkan kesejahteraan masyarakat yang kerap dihadapkan oleh gejala dan permasalahan sosial struktural maupun kultural. Hakikat prinsip keadilan sosial sejatinya sudah terpatri dalam butir kelima sila Pancasila yang berbunyi “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sila ini menjadi kunci sekaligus landasan strategi kebijakan pemerintah dalam setiap kehidupan sosial di masyarakat. 

Tercatat ada sekitar 60.994 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang tersebar di sekitar Kota Bogor, dimana sekitar 20.000an orang merupakan anak jalanan, terlantar, difabel, dll, (Kota Bogor, 2019). Ini menjadi angka yang cukup tinggi dalam permasalahan kesejahteraan sosial di sebuah kota. Banyaknya PMKS akan mempengaruhi tingkat kenyamanan Kota Bogor sendiri, tentunya hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bogor dalam mengentaskannya. Pengentasan permasalahan PMKS oleh jajaran Pemkot Bogor telah diupayakan secara maksimal. Pelatihan dan penyaringan kepada penyandang masalah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bogor khususnya penyandang PMKS. Bagi anak jalanan sendiri, Kota Bogor menerapkan program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai pengganti pendidikan formal yang belum dapat dinikmati para anak jalanan ini bersama dengan program orangtua asuh bagi anak-anak jalanan dan terlantar. Diharapkan sejumlah program itu mampu meredam ekspansi PMKS dan anak jalanan di Kota Bogor. Hasilnya warga tidak mampu termasuk PMKS menyusut dari 76.530 jiwa pada 2017 silam menjadi 41.759 jiwa pada tahun 2019 (Radar Bogor, 2019). 

Pengentasan PMKS dan anak jalanan yang dilakukan otoritas di Kota Bogor dirasa merupakan sebuah langkah terobosan yang baik sebagai upaya yang sesuai dengan implementasi sila ke-5 Pancasila. Walaupun masih belum dianggap maksimal, tentu sudah sepatutnya kita mengapresiasi langkah tersebut dengan harapan membuka gerbang kesempatan bagi PMKS dan anak jalanan menuju kehidupan yang lebih baik agar dikemudian hari dapat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. 

Kita sadar kesenjangan tak dapat dihindari. Hal itu tidak menghalangi fokus dan respon kita dalam menangani fenomena sosial ini dengan berlandaskan sumber hukum dan identitas diri bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Perlu kerjasama yang erat untuk mengentaskan permasalahan sosial yang kerap menjadi wacana besar dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan aktualisasi dari ide keadilan sosial dapat diaplikasikan secara penuh dan konsisten oleh seluruh elemen negara baik pemerintah maupun masyarakat sesuai dengan cita-cita dan tujuan Pancasila. 

Referensi

Kota Bogor. (2019, November 18). Dinsos Kota Bogor Gelar Rakor terkait Pengentasan

                PMKS.                         Retrieved                         from                         kotabogor.go.id:

http://kotabogor.go.id/index.php/show_post/detail/13593#.Xs1zJJcxerE

Pikiran Rakyat. (2019, November 19). Punya Banyak Taman, Bogor Jadi Sarang gelandangan dan Anak Jalanan. Retrieved from www.pikiranrakyat.com:

https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01323234/punya-banyak-tamanbogor-jadi-sarang-gelandangan-dan-anak-jalanan

Radar Bogor. (2019, Maret 3). Jumlah Warga Miskin di Kota Bogor Berkurang, Dinsos

                Beberkan             Datanya.            Retrieved             from            www.radarbogor.id:

https://www.radarbogor.id/2019/03/02/jumlah-warga-miskin-di-kota-bogorberkurang-dinsos-beberkan-datanya/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *