Ketahanan Keluarga

Mencapai Ketahanan Keluarga dan Kesejahteraan Bagi Masyarakat di Kota Bogor

Oleh: Esa Satria Palayukan (Think-tank Dept) | Editor: Chairul Fajar

Keluarga merupakan unit tonggak kehidupan manusia dalam bermasyarakat. Disebut unit karena ada pengelolaan didalamnya yang mengatur agar anggota keluarga tersebut menjadi sejahtera, dan tangguh dalam menapaki hidupnya. Tentunya untuk mencapai titik sejahtera diperlukan adanya ketahanan yang kuat dari dalam keluarga tersebut.

Seringkali muncul sejumlah permasalahan mengenai ketahanan keluarga. Kesejahteraan yang didambakan hanya sebatas angan akibat tidak disertai dengan perencanaan yang matang untuk membentuk suatu keluarga yang tangguh, mandiri, dan juga tentram. Banyak kasus pernikahan dini yang rentan dan belum cukup matang bagi subjek menikah di Indonesia sangatlah besar. Mimpi tinggi seorang insan seakan terhambat oleh pernikahan dini yang dijalaninya.

Dari segi psikologi, pernikahan ini akan memunculkan sejumlah risiko permasalahan dalam keluarga terutama bagi perempuan. Di usia muda dan belum matang, kehamilan masih sangat rentan. Hal ini semakin diperparah dengan ketidaksiapan menjadi orangtua akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lahir tanpa ada kesiapan fisik dan mental kuat dari orangtuanya. Selain itu, potensi muncul kekerasan dalam rumah tangga hingga berakhir pada perceraian menjadi resiko yang kerap mengintai dalam pernikahan dini.

Maraknya kasus pernikahan diri telah mendorong pemerintah untuk turun tangan menekan angka kelahiran sebab pertambahan jumlah penduduk tidak sebanding dengan ketersediaan sumber daya sehingga yang berpotensi memunculkan sejumlah permasalahan sosial. Program Keluarga Berencana merupakan salah satu langkah antisipatif dari pemerintah guna mengupayakan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta masyarakat di Indonesia (Indonesia.go.id, 2017).

Perencanaan matang dalam membangun keluarga sangat diperlukan. Slogan dua anak lebih baik dimaksudkan agar kehidupan berkeluarga lebih seimbang dan juga memudahkan untuk mencapai kesejahteraan. Upaya keluarga berencana ini diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dengan karakteristik daerah masing-masing. Misalnya di Papua yang memiliki wilayah yang luas tetapi laju pertumbuhan penduduknya sangat kecil sehingga diperlukan penyesuaian oleh BKKBN dalam mencanangkan program ini. Sedangkan di pulau Jawa dengan penduduk padat menjadi fokus utama dalam program ini.

Kota Bogor merupakan kota dengan penduduk miskin terbanyak di Jawa Barat yang salah satunya diakibatkan kepadatan penduduk yang tidak merata. Kesejahteraan masayarakat tidak tercapai karena aspek ketahanan fisik, mental, dan finansial yang tak memadai menjadi sumber permasalahan bagi keluarga di Kota Bogor. Ketidakmerataan penduduk ditambah arus urbanisasi yang meningkat semakin menjadi tantangan bagi Kota Bogor (Achmad, 2014). Kemiskinan, pengangguran, kawasan kumuh, serta pemasalahan PMKS lainnya tak dapat dihindarkan. Dengan kondisi seperti ini Kota Bogor perlu ‘menggebrak’ keadaan agar keluarga serta masayarakat di Kota Bogor tidak mengalami gejolak sosial yang lebih besar lagi.

Menghadapi kondisi seperti itu, diperlukan adanya suatu kebijakan yang mengatur tentang langkah mencapai ketahanan keluarga yang diharapkan. Perwujudan ketahanan keluarga Kota Bogor dibuktikan dengan pelaksanakan program keluarga berencana demi menekan pertumbuhan penduduk yang tidak merata. Tak hanya itu lewat visi-misinya, Kota Bogor berupaya  menjadi satu-satunya kota yang mengusung Kota Keluarga. Pembangunan sumber daya manusia di Kota Bogor kembali ditingkatkan dan menjadi berkembang.

Dengan prinsip menjadikan keluarga kecil bahagia dan sejahtera agar ketahanan dan peningkatan ekonomi keluarga bisa dicapai menjadi langkah manis program KB. Selain itu demi menekan angka KDRT dan perceraian di Kota Bogor melahirkan inovasi melalui konsep Sekolah Ibu. Program itu bertujuan meningkatkan peran, pengetahuan, serta kemampuan seorang ibu dalam keluarga. Dari konsep ini diupayakan secara maksimal agar perwujudan ketahanan dan kesejahteraan keluarga di Kota Bogor tercapai (MENPAN, 2019). Peningkatan fungsi keluarga merupakan suatu output positif dari adanya konsep seperti ini dan diharapkan penanggulangan problematika pasca pernikahan dan berkeluarga menjadi lebih matang. Inovasi ini berhasil menjadikan Kota Bogor Juara ke-1 dalam Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah se-Provinsi Jawa Barat (Khatimah, 2020).

Reformasi mencapai ketahanan keluarga perlu dilakukan guna menyelesaikan permasalahan kesejahteraan keluarga di Indonesia. Kesejahteraan dapat tercapai apabila kita sebagai masyarakat baik yang berkeluarga maupun belum berkeluarga dapat mempersiapkan secara matang setiap aspek yang mendukung ketahanan keluarga yang harmonis dan mandiri secara fisik, mental, dan finansial.

Langkah Bogor dalam upaya pemberdayaan manusia adalah contoh positif penerapan visi ketahanan keluarga dalam lingkup kota. Inovasi ini tentunya akan terus berkembang seiring dengan pengaruhnya terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Yang pasti, penerapan program ini bisa diwujudkan di beberapa wilayah di Indonesia. Kita berharap konsistensi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan matang dalam keluarga tetap terjaga mengingat keluarga merupakan satuan terkecil dalam masyarakat yang akan mempengaruhi berlangsungnya kesejahteraan dan ketahanan nasional yang didambakan.

Referensi

Achmad, R. V. (2014). Modal Sosial, Dukungan Sosial, dan Ketahanan Sosial Keluarga di Daerah Pemukiman Marjinal Kota Bogor. Repository IPB, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia, 1-28.

Indonesia.go.id. (2017). Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional. Retrieved from indonesia.go.id: https://indonesia.go.id/kementerian-lembaga/badan-kependudukan-keluarga-berencana-nasional

Khatimah, H. (2020, April 23). Sekolah Ibu Kota Bogor Sabet Juara 1 di Jawa Barat. Retrieved from ayobogor.com: https://m.ayobogor.com/read/2020/04/23/6773/sekolah-bu-kota-bogor-sabet-juara-1-di-jawa-barat

MENPAN. (2019, September 09). Sekolah Ibu dari Kota Hujan, Perkuat Peran Ibu dan Ketahanan Keluarga. Retrieved from www.menpan.go.id: https://www.menpan.go.id/berita-terkini/sekolah-ibu-dari-kota-hujan-perkuat-peran-ibu-dan-ketahanan-keluarga

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *