Menatap Masa Depan Kota Bogor Sebagai Bagian Dari Peradaban Manusia Modern

Oleh: Chairul Fajar (Think Tank Department)

Tatanan landskap peradaban manusia silih berganti. Sejak eksistensi manusia, beragam tercipta bentuk masyarakat dari nomaden, bertani hingga menetap. Perkembangan terakhir menetapnya manusia telah mendorong pertumbuhan populasi berpusat pada model permukiman yang mengalami evolusi menjadi kota sebagai fokus dari peradaban manusia. Tidak bisa dipungkiri sejak akhir abad ke-19, pesatnya perkembangan teknologi dan bisnis semakin meningkatkan potensi dan nilai strategis perkotaan dari sekedar tempat menetap menjadi episentrum berlangsungnya peradaban manusia modern.

Fenomena tersebut nyatanya memang telah ditunjukan dengan meningkatnya tren urbanisasi di seluruh dunia. Bahkan sebuah prediksi dari PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) memproyeksikan bahwasanya di tahun 2050-an nanti, sebanyak 68% dari populasi dunia akan terfokus di wilayah urban perkotaan. Hal itu berarti juga akan menggeser paradigma kita nantinya dalam mendukung tata peradaban yang menitikberatkan kehidupan urban.

Nyatanya memang tidak dapat dihindari hampir sebagian besar peradaban manusia modern berpusat pada urban-based society. Dinamika perkembangan situasi dan isu dari sejumlah kota world cities, megapolitan, metropolitan di berbagai belahan dunia sudah akrab kita dengar dalam beberapa kasus belakangan terakhir. Ini membuktikan kehidupan manusia semakin hari semakin terhubung erat satu dengan lainnya.

Keterhubungan ini secara tidak langsung telah menjadikan Kota Bogor berkesempatan memposisikan dirinya selaku centre of urban civilization dari daerah sekitarnya. Secara geografis letaknya tidak terpaut jauh dari Jakarta memungkinkan adanya ekspansi atau transfer nilai-nilai kehidupan ‘urban’ melalui warga Kota Bogor yang bekerja di Jakarta turut berkontribusi membentuk kelangsungan tata kehidupan Kota Bogor itu sendiri. Namun di balik ekspansi itu juga terselinap sejumlah tantangan kompleks yang mesti dihadapi di tengah meningkatnya tren urbanisasi global.  

Setidaknya dari mind map yang dirilis oleh World Economic Forum ada delapan isu kunci bidang permasalahan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari tren perkotaan urban: ekonomi urban, diplomasi urban, masyarakat urban, ketahanan urban, inovasi, layanan-infrastruktur, tata pemerintahan dan sumber daya urban.

Kedelapan isu kunci itu bersinggungan dengan keterkaitan permasalahan yang kerap menjadi fenomena di dalam kehidupan kita. Semua itu membuktikan adanya keterkaitan satu isu dengan lainnya yang semakin menuntut penggunaan paradigma landskap peradaban kota urban modern berbasiskan wide scope ke berbagai lini agar dapat terus menopang kelangsungan peradaban manusia urban yang semakin kompleks. 

Melihat dari karakteristiknya, Kota Bogor sendiri memang cukup ‘menjanjikan’ menjadi daya tarik baru peradaban urban bagi daerah di sekitarnya. Ini melihat pada aspek nyata maupun tidak nyata seperti perpindahan penduduk beserta karakteristiknya, kemampuan individu hingga sirkulasi ide-ide gagasan yang berasal dari partisipasi masyarakat kota itu sendiri.

Berkaca dari fenomena menjamurnya berbagai komunitas hingga lembaga-lembaga swadaya di Kota Bogor, terdapat kesamaan satu benang merah tujuan yakni keinginan untuk mengambil peranan aktif selaku warga Kota Bogor dalam menentukan interaksi dinamika kotanya. Hal ini selaras dengan tantangan peradaban urban ke depan yang memang membutuhkan semangat nilai-nilai soliditas, kolaborasi dan kerjasama seluruh elemen penghuninya.

Keterlibatan sesama populasi kota lain dan berbagai institusi like-minded tentu menjadi nilai yang tidak dapat dilewatkan begitu saja mengingat values dari nilai-nilai dan semangat peradaban urban modern sangat menekankan pentingnya kerjasama. Kota Bogor telah menjalankan semangat tersebut lewat kerangka kerjasama sister city dengan berbagai kota lain di dalam dan luar negeri yang semestinya patut diapresiasi lebih. Kerjasama tersebut juga dapat menciptakan sejumlah peluang baru yang dapat diinternalisasikan ke dalam arah dinamika perkembangan kota.

Mengingat tren urbanisasi yang masih akan terus berlangsung ke depannya, tentu semua ini menjadi proses penanaman sistem yang diharapkan ke depannya dapat ‘dipetik’ hasilnya sebagai langkah skenario guna menjawab dan mempersiapkan diri dalam mengatasi berbagai permasalahan peradaban urban modern yang cepat atau lambat menghampiri Kota Bogor.

References

https://www.un.org/development/desa/en/news/population/2018-revision-of-world-urbanization-prospects.html
https://intelligence.weforum.org/topics/a1Gb0000000LiPhEAK?tab=data

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *