Jantung Sehat Kota Bogor di Masa Mendatang

Jantung merupakan bagian terpenting dalam organ tubuh. Jantung berfungsi mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Pada keadaan normal, jantung berdetak sebanyak 60 sampai 100 kali per menit. Jantung mendapat “sinyal” dari tubuh untuk menentukan kapan harus memompa darah dengan jumlah banyak atau sedikit tergantung dari kebutuhan dan aktivitas seseorang.

Pada saat tidur, jantung memompa darah lebih sedikit karena sesuai dengan oksigen yang diperlukan saat istirahat. Namun pada saat melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, jantung akan memompa lebih cepat sehingga tubuh akan mendapatkan lebih banyak suplai oksigen sehingga mampu melakukan aktivitas berat. Pada keadaan tertentu, masalah kesehatan dapat timbul pada organ jantung yaitu serangan jantung.

Serangan jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016, total kematian di Indonesia mencapai 1.863.000 jiwa. Sebanyak 73 persen di antaranya disebabkan oleh penyakit tidak menular. Data menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian nomor satu (35%).

Penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan karena adanya kerusakan dan penyempitan pembuluh darah pada jantung. Penyempitan pembuluh darah ini terjadi karena kolesterol yang berasal dari makanan menumpuk pada pembuluh darah, sehingga pembuluh darah mengalami penyempitan. Selain itu, kerusakan pembuluh darah juga disebabkan oleh tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kegemukan, kebiasaan merokok serta adanya peradangan pada pembuluh darah.

Penyebab PJK tersebut dapat dicegah sejak dini dengan melakukan pola hidup sehat seperti istirahat yang cukup, mengurangi makanan dengan kadar minyak tinggi, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan melakukan olahraga secara rutin. Selain itu, pemerintah juga memiliki program dalam pencegaham dan pengendalian PJK.

Dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular termasuk PJK, pemerintah fokus pada upaya promotif dan preventif dengan tidak meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Diantaranya dengan:

  1. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, merupakan kegiatan deteksi dini penyakit PJK, peningkatan aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur.
  2. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, sejalan dengan agenda ke-5 Nawacita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga, diantaranya penderita hipertensi berobat teratur dan tidak ada anggota keluarga yang merokok;
  3. Meningkatkan gaya hidup sehat dengan perilaku “CERDIK”, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres;
  4. Melakukan pola hidup “PATUH” bagi pasien  PJK, yaitu Periksa kesehatan secara rutin, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap aktivitas fisik dengan aman, Upayakan diet sehat dan gizi seimbang, Hindari asap rokok, minuman beralkohol dan zat karsinogenik lainnya.

Dalam pencegahan penyakit jantung koroner, perlu dilakukannya deteksi dini dengan mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini penyakit jantung koroner dapat dilakukan di puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Sebagai satu-satunya rumah sakit milik Pemerintah Kota Bogor, di RSUD Kota Bogor sudah terdapat fasilitas layanan kesehatan penyakit jantung yang memadai. RSUD kota Bogor memilikilayanan penyakit jantung terpadu: dua poliklinik jantung, tujuh tempat tidur ruang Intensive Cardio Unit (ICVCU), satu laboratorium katerisasi (cathlab), dan satu unit medical cek up jantung. Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan mampu melayani deteksi dini penyakit jantung koroner.

Secara umum, penyakit jantung coroner menyerang kelompok sosial menengah ke atas. Akan tetapi, saat ini sudah banyak kelompok sosial ekonomi rendah mengalami masalah penyakit jantung. Dalam menghadapi hal ini, Dewi Basmala sebagai Direktur RSUD Kota Bogor menyebutkan bahwa layanan cathlab di RSUD Kota Bogor bagi peserta layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dipastikan sudah terlindungi sepenuhnya. Sehingga masyarakat seluruh masyarakat Kota Bogor dapat mendapatkan fasilitas ini tanpa perlu khawatir dengan besarnya biaya dengan syarat menjadi peserta BPJS Kesehatan karena mulai tahun 2019 pelayanan jantung terpadu sudah bisa dilakukan 100 persen.

Pada berbagai program pemerintah terhadap pencegahan penyakit jantung koroner (PJK), penulis berharap Pemerintah Kota Bogor dapat lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin sadar bahwa serangan jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan, sehingga dapat menekan angka kematian penyakit jantung koroner khususnya di Kota Bogor.

Penulis: Shinta Maharani, Hubungan Masyarakat ENERGI Bogor

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *