Akankah Indonesia Mengalami Krisis Ekonomi Akibat Virus Corona?

Tidak dapat dipungkiri, dengan adanya kepanikan yang disebabkan karena virus Corona, membuat perlambatan ekonomi terjadi hampir di seluruh negara di dunia. Dengan rilisnya sebuah pernyataan dari International Monetary Fund bahwa kondisi global sedang mengalami penurunan.

Hal ini disebabkan karena akan ada dampak langsung terhadap ketersediaan barang yang akan membuat harganya lebih tinggi, pada akhirnya konsumsi dan daya beli masyarakat akan terimbas oleh adanya ketidakstabilan kondisi ekonomi saat ini.

Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede yang menyebutkan bahwa adanya transmisi COVID 19 akan mempengaruhi sisi produksi dan pengeluaran ekonomi.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan sektor pariwisata dan turisme yang jelas mengalami penurunan, begitupula dengan kondisi maskapai penerbangan saat ini. Banyak sektor yang terkena dampak negatif.

Adanya peningkatan Non Performing Loan atau NPL, juga merupakan salah satu indikasi akan meningkatnya resiko kredit perbankan. Hal ini berlaku untuk sektor industri yang dimiliki oleh Perusahaan Milik Asing yang juga terpapar dampak nilai valuta asing.

Pemerintah Indonesia saat ini tidak menerapkan lockdown total seperti yang dilakukan di India, karena dapat kita lihat saat ini terdapat kekacauan disana meskipun Pemerintah India dibawah Narendra Modi sudah memberikan paket stimulus subsidi sebesar 22,5 Milyar USD namun hal itu tidaklah cukup.

Saat ini Pemerintah Indonesia justru menerapkan Darurat Sipil (30/3), berbeda dengan pelaksanaan Karantina Wilayah. Pada pelaksanaan Darurat Sipil, Pemerintah tidak menanggung kebutuhan pokok masyarakatnya, dimana hal ini merupakan potensi besar ancaman ekonomi.

Dengan tidak ditanggungnya kebutuhan oleh negara, cukup besar kemungkinan para pelaku bisnis melakukan PHK karena ketidakmampuannya dalam memberikan upah kepada karyawan. Hal ini harus diwaspadai betul mengingat Indonesia sebagian besar ekonominya ditopang oleh sektor industri manufaktur yang melibatkan banyak tenaga kerja.

Apakah akan terjadi krisis? Kita harap tidak. Fokus utama Pemerintah saat ini seharusnya adalah kepada kebijakan medis dan tenaga kesehatan, saat kurva penyebaran Virus Corona akan menjadi mendatar, kegiatan ekonomi akan berangsur pulih dan ekonomi akan meroket kembali. Tentu kita harus belajar dari pengalaman negara Jepang dan China dalam menghadapi wabah ini dan bagaimana mereka dapat memulihkan kembali perlahan-lahan ekonominya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *